Kasus 1
uBadrun, mhs kom UB, sedang kerja magang di Hotel
Savanah (HS) Malang. Badrun mendapat tugas dari Manajer PR HS untuk melakukan monitoring terhadap pemberitaan surat kabar. Badrun diminta melakukan: (a) klipping opini pembaca yang dimuat di surat kabar tentang HS; (b) analisis berita-berita surat kabar di rubrik seputar Malang, untuk mengetahui tema-tema beritanya. Mendapat tugas itu, Badrun bertanya-tanya dalam hati: “Untuk apa saya melakukan klipping? Untuk apa tema-tema pemberitaan selama 3 bulan harus saya pantau?”
Tugas Mahasiswa:
“Bantulah si Badrun untuk menjawab pertanyaannya. Gunakan landasan teoritis untuk argument anda”
Pada dasarnya manusia manusia merupakan makhluk sosial yang
saling berhubungan dan membutuhkan satu dengan lainnya, hal tersebut lah yang
mendasari esensi dari teori sistem. Karna, pada dasarnya, teori sistem
memfokuskan perhatian untuk memahami bagaimana kualitas fungsi yang dijalankan
setiap sistem dalam suatu relasi dinamis dengan sistem-sistem lainnya
(Kriyantono, 2014: 77). Dengan kata lain, teori sistem mengatakan bahwa hal
yang penting dari teori ini adalah hubungan sosialnya. Hubungan sosial yang
baik merupakan hasil (output) dari suatu interaksi sosial yang dalam hal ini
adalah interaksi antara organisasi dengan publiknya. Kriyantono (2014: 77)
mengatakan bahwa apabila sistem ini diterapkan, maka prinsip pokok yang berlaku
yaitu organisasi merupakan salah satu bagian (subsistem) dari suatu sistem
sosial yang lebih kompleks, karenanya saling berhubungan, saling tergantung,
dan saling memengaruhi satu sama lainnya. Oleh karena itu, menjalin hubungan
dalam organisasi merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dan harus
diterapkan. Sebagai suatu sistem, organisasi juga harus memiliki karakteristik
yang dimiliki setip sistem sosial meurut Kriyantono (2014: 79), yaitu
keseluruhan dan saling bergantung (whoeleness and interdependece), hierarki
(hierarchy), peraturan sendiri dan kontrol (self-regulation and control),
pertukaran dengan lingkungan (interchange with the environment), keseimbangan
(balance), perubahan dan kemampuan adaptasi (change and adaptability), dan sama
tujuan (equifinality). Untuk menjawab pertanyaan Badrun, sebagai sosok public
relation dimana seorang PR itu sendiri perlu aware dan memiliki landansan utama
dalam setiap langkahnya yang mana hal tersebut adaah informasi, segala
informasi dari klipping yang sudah Badrun lakukan merupakan langkah awal Badrun
untuk menentukan kemana arah perusaan itu harus mengarah berdasarkan
hasil-hasil yang sudah Badrun kumpulkan dan tentunya dengan landasan teori yang
sudah terdapat pada hakikatnya.
kasus 2.
uSeorang wartawan melakukan wawancara dengan humas UB tentang terjadinya suatu kebijakan. UB membuat kebijakan baru, yaitu melarang mahasiswa merokok di areal kampus UB. Saat ditanya wartawan, humas UB menjawab: “Saya belum bisa memberikan jawaban sekarang.. Sy mesti meminta izin dulu ke pimpinan”.
uTugas anda:
“efektifkah jawaban humas itu dalam konteks publisitas media? Mengapa?”
“Berfungsikah humas itu? Berikan penjelasan teoritis”
Berdasarkan teori dialogis, menurut saya kuranglah tepat
untuk menolak memberikan informasi apapun kepada public. Dapat dikaitkan dengan
teori Uncertainty Reduction Theory yang diciptakan oleh Charles Berger dan
Richard Calabrese pada tahun 1975 ini menjelaskan tentang baganimana individu
menggunakan komunikasi untuk mengurangi keragu-raguan, memahami orang lain dan
diri individu itu sendiri, dan membuat prediksi tentang perilaku orang lain
ketika berinteraksi dengan orang lain saat pertama bertemu (Kriyantono, 2014:
139). Pada dasarnya, tujuan komunikasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian yang
dirasakan oleh seorang individu mengenai lingkungan dan orang-orang
disekitarnyaKarena pada dasarnya public membuthhkan informasi atau tanggapan
perusahaan untuk menghindari adanya isu-isu dan ketidak jelasan yang akan menyebabkan
rumor-rumor tidak terduga dan penolakan public. Tetapi dapat dikembalikan lagi
kepada teori dialogis dimana organisasi tidak dapat dipaksakan untuk memberi
segala tanggapan dan respon kepada public seperti yang pubic atau media mau. Dalam
segi ini Humas tetap berfungsi karena pada dasarnya humas itu sendiri untuk memberikan
tanggakapan dan brigde utama dimana seperti dijelaskan di teori Boundary
Spanning. Bahwa sudah selayaknya humas menjadi jembatan komunikasi antara
public dengan organsasi maupun perusahaan. Dalam praktik public relations,
teori ini digunakan untuk meminimalisir adanya ketidakpastiaan publik terhadap
suatu organisasi. Pada dasarnya, tugas public relations adalah menciptakan
citra dan reputasi yang positif mengenai organisasi kepada publiknya
(Kriyantono, 2014: 146). Informasi yang diberikan kepada publik haruslah legkap
dan tidak boleh terpotong-potong karena informasi ini lah yang akan menentukan
perilaku publik terhadap organisais. Apakah nantinya publik akan mendukung
organisasi atau mungkin justru berlainan sikap dengan organisasi. Oleh karena
itu, organisasi harus membantu publiknya untuk mngurangi ketidakpastian dengan
lebih terbuka memberikan informasi (seld-disclosure), sehingga publik dalam
keadaan berkecukupan informasi atau well informed (Kriyantono, 2014: 146). Namun
apapun langkah yang di ambil oleh humas tersebut harus mengenali situasi terlebih dahulu
seperti yang sudah dijelaskan pada teori Situational Theory of The Publics atau
yang biasa disingkat menjadi STP ini merupakan teori yang bermanfaat untuk
mengidentifikasi publik, sehingga dapat membuat kategori publik dengan lebih
spesifik berdasarkan perilaku komunikasi dari individu dan efek komunikasi yang
diterima individu tersebut (Kriyantono, 2014: 152). Hal tersebut dilakukan
untuk memastikan bahwa pesan komunikasi yang disampaikan oleh praktisi public
relations benar-benar sesuai dengan kebutuhan sasarannya. Publics yang dimaksud
disini menyangkut beberapa kalangan seperti jurnalis, karyawan, investor,
konsumen, pemerintah, atau komunitas lokal. Grunig (dikutip di Kriyantono,
2014: 152) membedakan istiah antara
publik dengan stakeholder. Sehingga dapat dikatakan bahwa publik merupakan
bagian dari stakeholder.
Kasus 3
uSeorang wartawan melakukan wawancara dengan humas UB tentang terjadinya suatu kebijakan. UB membuat kebijakan baru, yaitu melarang mahasiswa merokok di areal kampus UB. Saat ditanya wartawan, humas UB menjawab: “Saya belum bisa memberikan jawaban sekarang.. Sy mesti meminta izin dulu ke pimpinan”.
uTugas anda:
“efektifkah jawaban humas itu dalam konteks publisitas media? Mengapa?”
“Berfungsikah humas itu? Berikan penjelasan teoritis”
Berdasarkan teori Motivasi dan Manajerial. Pihak manajes MS
dapa menggunakan teori tersebut, seperti yang telah d jelaskan oleh Kriyantono,
Gaya kepemimpinan merupakan suatu hal yang penting pada organisasi karena suetu
gaya kepemimpinan yang digunakan akan memengaruhi kerja anggota organiasinya.
Oleh karena itu, majaner termasuk praktisi public relations harus memahami gaya
mnajerial yang dilakukannya. Proses komunikasi pada teori inin juga dinggap
suatu hal yang penting untuk memotivasi karyawan-karyawannya dalam hal
pekerjaan. Seni memotivasi yang biasanya dilakukan oleh manajer ini juga pada
dasarnya merupakan manajemen yang dilakukan oleh manajer agar orang lain
melaksanakan apa yang dikehendaki oleh si manajer. Karena memotivasi saja
tidaklah cukup dan perlu adanya controlling serta aturan-aturan yang berlaku, maka dapat di
alisansikan kepada teori teori yang juga berkesinambungan seperti teori Hirarki
kebutuhan, dimana beberapa tingkatan
kebutuhan yang harus dipenuhi agar seseorang merasa terpuaskan, seperti kebutuhan
fisiologi, kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan akan
penghargaan diri atau self-esteem, dan kebutuhan aktualisasi diri (Kriyantono,
2014: 243). Berdasarkan teori ini, karyawan atau anggota organisasi akan
termotivasi kerja apabila semua kebutuhan tersebut disediakan oleh sang
manajer. Tetapi pada setiap ekosistem proses menejerian memiliki gaya yang
berbeda-beda, maka setiap organisasi akan memepunyai tipe atau gaya
kepemimpinan yang berbeda-beda pula, Oleh karena itu, Doughlas McGregor (1967:
dikutip di Kriyantono, 2014: 244) m3engenalkan dua macam teori tantang motivasi
yang juga menentukan gaya menejerial seseorang, yaitu teori X dan teori Y.
Teori X didefinisikan sebagai upaya untuk mengelola orang dengan memotivasi
mereka sejak awal dengan kekuatan fisik dan kekuasaan (Quaal & Brown, 1976:
dikutip di Kriyantono, 2014: 244). Teori X ini berasumsi bahwa pada dasarnya
individu emmpunyai sifat yang tidak suka beekerja sehingga diperlukanlah
motivasi tersebut.
Kasus 4
uSDA tiba-tiba muncul dalam kampanye Prabowo saat pilpres dan menyatakan secara terbuka mendukung Prabowo. Aksi SDA ini mendapat protes dari sejumlah anggota partai, baik di Dewan pimpinan pusat maupun di daerah. Ada yang menyebut aksi SDA sebagai pendapat pribadi dan tidak mewakili partai.
uSaat peresmian Gedung FISIP A dan B menjadi nama dua professor, muncul berbagai reaksi, baik dari mahasiswa, staf maupun dosen. Ada yang mengatakan: “lho darimana ide itu? Siapa yg memprakarsainya? Apa dasarnya? Wah.. Biasanya nama gedung diambil dari mereka yg sdh berpulang, hayo siapa yang berani menempati professor
X?...
uTugas Mahasiswa:
- Menjelaskan secara teoritis, respon terhadap peristiwa di atas? Kesalahannya di mana?
A. Strategi
komunikasi dibutuhkan Public Relations dalam menghadapi krisis perusahaan.
Teori Image Restoration didasarkan pada asumsi komunikasi yang menjadi titik
awal Teori Image Restoration berjalan. Menurut Blaney, Benoit, & Brazel
(2002) dalam Kriyantono (2014) ada dua asumsi komunikasi yang menjadi dasar
Teori Image Restoration yaitu komunikasi dilakukan dengan memiliki tujuan
tertenu dan komunikasi menjadi strategi utama untuk menjaga citra dan reputasi
perusahaan agar tetap baik dimata publik. Asumsi komunikasi yang sudah
dijelaskan berfungsi sebagai awal untuk memperbaiki citra dan reputasi
perusahaan saat krisis perusahaan melanda. Krisis perusahaan yang terjadi
membuat Public Relations harus memikirkan strategi komunikasi yang baik. Namun jauh
sebelumitu mengingat terdapat pandangan public yang kurang baik terhadap SDA
maka dapat digunakan pula teori Apologia.
B. Dalam kasus
tersebut dapat dikaitkan dengan teori strukturaliasi dimana dalam setiap interaksi
sesosial. Individu membetuk suatu realitas yang di dialamnya terdapat norma
dimana masing-masing individu memiliki peran masing-masing dalam
berinteraksinya atau dapat dikatakan animal social oleh Willis (2007:49). Dalam
teori strukturasi, terdapat beberapa asumsi pokok mengenai teori tersebut
menurut Giddens (1979: dikutip di Kriyantono, 2014: 237), yaitu:
·
Manusia adalah aktor (agen) yang menentukan
pilihan sendiri atas perilakunya.
·
Organisasi diproduksi dan direproduksi melalui
struktur yang dalam hal ini adalah penggunaan aturan dan sumber saya dalam
interakri sosial.
·
Struktur bukanlan entitas fisik, melainkna
merupakn seperangkat peraturan (rule) dan sumber daya (resources) yang
digunakan organisasi untuk mencapai tujuannya.
·
Karena struktur bersifat dinamis, maka struktur
dalam organisasi bukan hanya dibentuk pada awalnya saja (prouced), melainkan
juga mengalami proses pembentukan kembali (mengalami perubahan atau
reproduced).
·
Struktur sering dipinjam dari kelompok yang
lebih besar.
·
Teori strukturasi mengasumsikan bahwa semua
interaksi sosial (proses strukturasi) memuat tiga elemen, yakni pemaknaan
(interpretasi dan pemahaman), moralitas, dan kekuasaan.
Komunikasi berperan sebagai media interaksi dan juga
merupakan hasil interaksi. Oleh karena adanya teori tersebut, tak heran jika
ada perasaan tidak enak atau tidak semestinya dalam pengisian posisi professor tersebut.
Jika dikatakan terdapat letak kesalahan. Saya beranggapan bahwa letak kesalahan
itu sendiri tergantung pada setiap presepsi individu itu sendiri dan pendalaman
setiap realitas-realitas norma dalam strukturalisasi tersebut.
Kasus 5
uPT Hidup Sejahtera
(HS) adalah perusahaan dengan produk asuransi jiwa. Perusahaan ini adalah perusahaan besar. Tetapi, ternyata kalah dengan perusahaan Besar Sekali (BS) yang berada di sebelahnya. BS bergerak di bidang jasa catering. BS sering mendapat liputan media.
Jelaskan:
Apa yg hrs dilakukan HS?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar